Mengenal Sifat Shalat Nabi
Posted by Unknown
Posted on 22.23
with No comments
Agar shalat kita mengikuti sifat
shalat nabi, maka imam-imam ahlusunnah (4 Madzab) telah menyusun
kitab-kitab fiqh shalat, dalam kitab2 tersebut telah dibahas dengan
lengkap mengenai rukun shalat(juga rukun tiap-tiap rukun shalat
tersebut), syarat syahnya shalat , sunah-sunah dalam shalat dsb.. dengan
dalil-dalil dan hujjah yg shahih. Fiqh Shalat inilah yg dipegang dan
dipelihara oleh ulama-ulama ahlusunnah dan umat muslim diseluruh dunia.
Kebanyakan muslimin sekarang tidak
tahu mana yang rukun wajib dalam shalat dan mana yang sunah (tidak
wajib) dalam shalat. Musuh-musuh islam dengan berkedok
islam/salafy/ahlusunnah telah menyesatkan umat ini dengan membuat
cara-cara shalat dengan membuat dusta dengan dalil-dalil yang tidak
lengkap. Diantara buku-buku yang menyesatkan ini adalah buku
dengn judul “sifat shalat nabi” yang ditulis oleh syaikh nashiruddin
Albany, seorang syaikh dari sekte wahabi yang sering mengaku-ngaku
dengan nama salafy/darul hadits dsb.
Adapun “rukun shalat” menurut imam ahlusunnah akan dijelaskan secara singkat dibawah ini :BONGKAR SATU PERSATU KESESATAN SHALAT WAHABY/ALBANY
Posted by Unknown
Posted on 21.47
with No comments
BONGKAR SATU PERSATU KESESATAN SHALAT WAHABY/ALBANY
Hadirkan bukti scan kitab ulama ahlusunnah, bukan hanya ilmiah tapi bukti dan fakta akan kesesatan wahaby/salafy!!
wahaby terlalu sering
memalsu pendapat-pendapat ulama ahlusunnah dalam rujukan -rujukan pada
tulisan-tulisan mereka…..sekarang kita bongkar semua rujukan palsu
tersebut!!!
lanjutan dari “sifat shalat Nabi vs sifat shalat albany/wahaby”
lihat artikel saya : http://salafytobat.wordpress.com/2008/07/18/rukun-shalat/
wahai wahaby!! Rujukan palsu kalian anggap ilmiah???
wahaby badwy cobalah tengok kitab ulama ahlusunnah yg asli!!!
CIRI-CIRI PAHAM SALAFIYYAH AL-WAHHABIYYAH
Posted by Unknown
Posted on 07.19
with No comments
CIRI-CIRI
PAHAM SALAFIYYAH AL-WAHHABIYYAH
AQIDAH
1.
Membagi
Tauhid menjadi 3 bagian yaitu:
a.
Tauhid
Rububiyyah: Dengan tauhid ini, mereka mengatakan bahwa kaum
musyrik Mekah
dan orang-orang kafir juga mempunyai tauhid.
b.
Tauhid
Uluhiyyah: Dengan tauhid ini, mereka menafikan tauhid umat Islam
yang
bertawassul, beristigathah dan bertabarruk sedangkan ketiga-tiga perkara
tersebut
diterima oleh jumhur ulama‟ Islam khasnya
ulama‟ empat Imam madzhab.
c.
Tauhid
Asma’ dan Sifat: Tauhid versi mereka ini bisa menjerumuskan umat islam
ke
lembah tashbih dan tajsim kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala seperti:
Pengaruh KitabTahrif Terhadap Khazanah Keilmuan Dan Ancamannya Terhadap Generasi Aswaja
Posted by Unknown
Posted on 07.49
with No comments
I.
Pendahuluan
Salah
satu karakter yang menghiasi dunia keilmuan dalam Islam adalah bahwa para ulama
senantiasa menjaga amanah ilmiyyah.[2] Ketika
para ulama berbicara atau menulis karya-karya, akan ditegaskan bahwa suatu
perkataan atau pendapat tertentu adalah orisinil dari pribadi seorang ulama
tersebut ataukah itu adalah kutipan dari ulama yang lain. Ketika mengutip
pendapat orang lain maka akan disebutkan siapa pemilik pendapat tersebut dengan
diawali dengan (قال فلان) dan
dikutip dengan penuh amanah dan teliti (diqqah)setelah diteliti
kebenaran penisbatan dan naskah (Shihhah an-Nuskhah) karya-karya para
ulama yang bersangkutan[3]dan diakhiri
dengan kata (انتهى) atau disingkat (ا.هــــ.).Jika
kutipan tersebut lengkap akan dijelaskan dengan kata (انتهى
برمّته) atau semacamnya, jika diringkas dijelaskan dengan kata (انتهى باختصار), jika kutipan tersebut persis seperti lafazhnya
dikatakan (انتهى بلفظه) atau di awal dikatakan (قال
ما نصّه), jika dengan sedikit menambah, mengurangi atau merubahnya
dikatakan (انتهى بتصرّف), jika dikutip tidak persis dengan lafazhnya sama
sekali maka dikatakan (انتهى بمعناه) atau
di awal dikatakan (قال ما معناه). Jika
itu adalah komentar, pendapat atau tambahan dari pengarang maka akan ditegaskan
setelah mengakhiri kutipan dengan kata (قلت) atau (أقول) dan
memulai kalimat selanjutnya ataupun tanpa itu selama tidak terjadi kerancuan.Demikian
seterusnya kaedah-kaedah yang sudah disepakati oleh para ulama sebagai bentuk
amanah ilmiyyah.
Orang
yang mengabaikan amanah ‘ilmiyyah dengan berdusta dalam mengutip pendapat ulama
lain atau merubah-rubah dan menyelewengkannya akan jatuh dari statusnya sebagai
orang yang adil biasa, apalagi dari status ulama, ulama besar atau imam
mujtahid, sehingga tidak diterima kutipan-kutipan, penjelasan-penjelasan dan
pendapat-pendapatnya. Syeikh Mushthafa Abu Sayf al Hamami setelah menjelaskan
tiga kebohongan beruntun yang dilakukan oleh Ibnu al Qayyim menyatakan:[4]
"وَهِيَ
جَرَائِمُ تَكْفِي وَاحِدَةٌ مِنْهَا فَقَطْ لأَن تُسْقِطَ الرَّجُلَ مِنْ عِدَادِ
العُدُوْلِ العَادِيِّيْنَ لاَ أَقُوْلُ مِنْ عِدَادِ العُلَمَاءِ أَوْ أَكَابِرِ
العُلَمَاءِ أَو الأَئِمَّةِ الْمُجْتَهِدِيْنَ. وَيَعْظُمُ الأَمْرُ إِذَا
عَلِمْنَا أَنَّ الْـخِيَانَاتِ الثَّلاَثَ فِـيْ نَقْلٍ وَاحِدٍ، وَهُوَ مِـمَّا
يُرْغِمُ النَّاظِرَ فِـيْ كَلاَمِ هذَا الرَّجُلِ عَلَى أَنْ لاَ يَثِقَ بِنَقْلٍ
وَاحِدٍ يَنْقُلُهُ، فَإِنَّهُ لاَ فَرْقَ بَيْنَ نَقْلٍ وَنَقْلٍ، فَإِذَا
ثَبَتَتْ خِيَانَتُهُ فِـيْ هذَا جَازَ أَنْ تَثْبُتَ فِـيْ غَيْرِهِ
وَغَيْرِهِ".
“Ini adalah kejahatan-kejahatan, satu kejahatan saja dari
tiga kejahatan tersebut cukup untuk menjatuhkan Ibnu al Qayyim dari kelompok
orang-orang yang adil biasa, saya tidak mengatakan dari kelompok para ulama
atau para ulama besar atau para imam mujtahid. Ini semakin parah, jika kita
tahu bahwa tiga khiyanat tersebut dalam satu kutipan, ini memaksa orang yang
membaca perkataan Ibnu al Qayyim untuk tidak mempercayai satu kutipan-pun yang
ia lakukan, karena tidak ada bedanya antara satu kutipan dengan yang lain, jika
terbukti khiyanatnya dalam kutipan ini maka bisa saja khiyanat itu terjadi
dalam kutipan-kutipannya yang lain”.
Pengarang kitab
Kifayah al Akhyar; Al Imam Taqiyyuddin al Hushni dalam buku bantahannya
terhadap Ibnu Taimiyah “Daf’u Syubah Man Syabbaha Wa Tamarrada Wa Nasaba
Dzalika Ila as-Sayyid al Jalil al Imam Ahmad” setelah
menyingkap kebohongan-kebohongan Ibnu Taimiyah memperingatkan:[5]
وَإِذَا عَرَفْتَ
هذَا فَيَنْبَغِي أَيُّهَا الْمُؤْمِنُ الْخَالِي مِنَ البِدْعَةِ وَالْهَوَى أَنْ
لاَ تُقَلِّدَهُ فِيْمَا يَنْقُلُهُ وَلاَ فِيْمَا يَقُوْلُهُ، بَلْ تَفَحَّصْ
عَنْ ذلِكَ وَاسْأَلْ غَيْرَ أَتْبَاعِهِ مِمَّنْ لَهُ رُتْبَةٌ فِي العُلُوْمِ
وَإِلاَّ هَلَكْتَ كَمَا هَلَكَ هُوَ وَأَتْبَاعُهُ.
“Jika anda ketahui ini, maka
selayaknya bagi anda -Wahai saudaraku mukmin yang bersih dari bid’ah dan akidah
yang menyimpang- tidak mengikuti Ibnu Taimiyah dalam semua kutipannya dan dalam
semua perkataannya, sebaliknya telitilah tentang kutipan dan perkataannya dan
bertanyalah kepada selain pengikutnya; para ulama yang memiliki tingkatan
tinggi dalam semua disiplin ilmu, jika tidak begitu engkau akan celaka seperti
Ibnu Taimiyah dan para pengikutnya”.[6]
Pendaftaran Santri Baru TKA, TPA dan DTA ,dan SANTRI NURUL HUDA.Kota Tasikmalaya
Posted by Unknown
Posted on 02.24
with No comments
lembaga pendidikan islam Nurul Huda terorganisir Dengan Program program :
KH OHAN PAKHRUDDIN dan USTADZ ULUM SIHABUL MILAH
Lembaga Pendidikan Islam yang didirikan oleh MAMA WINATA (almarhum) Tersohor dengan nama MAMA KOLE, , dari Mulai PAUD ,TKA,
TPA, dan MDA, Sampai ada pengajian kitab kuning Sekarang dikelola oleh anak dan cucu nya .
SUSUNAN PENGURUS & PENGAJAR TKA-TPA-MDA ‘NURUL HUDA
No.Unit Statisk MDA : 311232780685
Penasihat :
- Direktur Daerah LPTKA-BKPRMI Kota Tasikmalaya
- Sesepuh Lembaga Pendidikan Islam Nurul Huda (KH.OHAN PAKHRUDDIN)
- Pendidikan anak usia dini PAUD
- Taman Kanak-Kanak Al-Qur’an TKA
- Taman Pendidikan Al-Qur’an TPA
- Diniyah takmiliyah Awaliyah DTA
- Pengajian setelah shalat magrib dan subuh, meliputi pengenalan bacaan alquran serta tajwidnya, talaran Quran II zuz,dll
- Tasripan
- Pengajian kitab kuning diantaranya :
- kitab shorop ( Kaelani ,yakulu )
- kitab nahwu ( jurumiah dll)
- kitab tijan
- kitab ta'lim mutaalim
- kitab safinatunnaja
- dll
- pengajian kitab kuning :
- Alpiyah ibnu malik
- Jauharul maknun
- Mantik (Sulamunaurok ,dll )
- Rohbiyah
- Ianatul thalibin, Bajuri
KH OHAN PAKHRUDDIN dan USTADZ ULUM SIHABUL MILAH
SUSUNAN PENGURUS & PENGAJAR TKA-TPA-MDA ‘NURUL HUDA
No.Unit Statisk MDA : 311232780685
Penasihat :
- Direktur Daerah LPTKA-BKPRMI Kota Tasikmalaya
- Sesepuh Lembaga Pendidikan Islam Nurul Huda (KH.OHAN PAKHRUDDIN)
SEJARAH NAHDATUL ULAMA
Posted by Unknown
Posted on 20.24
with No comments
SEJARAH NU
Ada tiga orang tokoh ulama yang memainkan peran sangat penting dalam
proses pendirian Jamiyyah Nahdlatul Ulama (NU) yaitu Kiai Wahab
Chasbullah (Surabaya asal Jombang), Kiai Hasyim Asy’ari (Jombang) dan
Kiai Cholil (Bangkalan). Mujammil Qomar, penulis buku “NU Liberal: Dari
Tradisionalisme Ahlussunnah ke Universalisme Islam”, melukiskan peran
ketiganya sebagai berikut Kiai Wahab
Nikah Mut'ah Syiah itu Haram Hukumnya
Posted by Unknown
Posted on 01.48
with 1 comment
Nikah
mut'ah sepertinya tidak bisa dipisahkan dari sekte Syi'ah Itsna
'Asyariyah yang sangat mengagungkan nikah mut'ah ini dengan keyakinan
mendapat pahala yang besar.
Disebutkan
dalam Minhajul Qashidin (kitab Syi'ah), karya Fathullah al Kasyani (hal
356), dari imam al Shadiq, "bahwa mut'ah adalah bagian dari agamaku dan
agama nenek moyangku. Barangsiapa yang mengamalkannya berarti berarti
ia mengamalkan agama kami, dan yang mengingkarinya berart
Gambaran Dahsyatnya Siksa Neraka dalam Al-Qur'an
Posted by Unknown
Posted on 01.39
with No comments
Kalau kita perhatian dalam kehidupan Nabi kita Muhammadshallallahu 'alaihi wasallam, kita dapatkan beliau tidak pernah berhenti dari mengingat dan membicarakan neraka. Pada setiap pagi dan sore hari, beliau shallallahu 'alaihi wasallamtidak pernah berhenti berlindung kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dari
neraka. Contohnya nyatanya kita dapatkan dalam dzikir pagi dan sore
hari, di dalamnya terdapat isti’adzah (doa mohon perlindungan) kepada
Allah dari neraka. Yaitu:
Kiat Bersabar ketika ditimpa musibah
Posted by Unknown
Posted on 01.29
with No comments
Sabar
merupakan suatu kata yang mudah untuk diucapkan. Namun, tidak semua orang bisa
sabar dalam menghadapi cobaan. Disaat kita diuji oleh Allah dengan hal-hal yang
menyenangkan, pasti kita akan sabar menghadapinya, namun disaat kita diuji oleh
Allah dengan ujian yang tidak menyenangkan, kita akan merasa begitu sulit untuk
menerima cobaan itu.
Sabar akan sangat sulit dilakukan, apabila kita tidak mampu menyadari, bahwa segala sesuatu yang terjadi di













